Traveling

Gambar Rumah Di Uang 10 Ribu, Ini Suasana Didalamnya.

Gambar rumah di uang 10 ribu yang dicetak Bank Indonesia tahun emisi 2004, terdapat rumah Limas yang merupakan rumah tradisional Sumatera Selatan.

Disebut rumah Limas, karena memang berbentuk seperti limas. Rumah tersebut dapat kita jumpai dan menjadi salah satu koleksi di Museum Balaputra Dewa Pelembang.

Menurut Pak Sudi yang bertugas selain menjaga rumah ini tapi juga menyambut tamu apabila ada yang berkunjung. Dulunya, ini adalah rumah asli milik pangeran Syarif Abdurrahman wahab Al-Habsyi, yang masih keturunan bangsawan Arab.

Gambar rumah di uang 10 ribu ini dibangun sekitar pada tahun 1830, dengan lokasi asal terletak di belakang kantor walikota Palembang saat ini, disekitar pinggir sungai Musi.

Barulah pada tahun 1985 dipindahkan dari lokasi aslinya ke halaman belakang Museum Balaputra Dewa.

Tak seperti rumah permanen, rumah ini dapat dipindahkan tanpa mengubah bentuk aslinya, karena menggunakan pasak dibeberapa sudut, sehingga dapat dibongkar pasang kembali.

Rumah limas ini berbahan Kayu Lin, banyak ditemui di pulau Kalimantan. Kayu Lin digunakan karena memiliki sifatnya yang unik, yang apabila terkena basah akan semakin mengeras seperti besi.

Jika kita rumah ini dari luar, tampak seperti ada dua rumah namun menyatu. Dan benar saja, ternyata ada rumah utama, dan juga rumah yang berfungsi sebagai ruang kumpul keluarga atau ruang pertemuan.

Diantara kedua rumah ini terdapat seperti jembatan penyambung. Sehingga terlihat menjadi satu kesatuan.

Di ruang utama depan, seperti ruang tamu pada umumnya. Kita akan menjumpai beberapa meja berebentuk bundar, dilengkapi dengan kursi.

Ada juga lemari berisi keramik hiasan, jam dinding, kaca dan juga organ yang konon katanya khas buatan jerman yang sumber suaranya dari senar.

Kita juga akan melihat, terdapat seperti singgasana yang tampak sederhana namun mewah sang pemilik rumah di ruangan ini yang tampak sederhana namun mewah.

Rumah ini memiliki 8 kamar. Terdapat 2 kamar di ruang pada sisi sebelah kanan dan kiri depan. Kamar ini biasa digunakan untuk anak gadis atau diperuntukan juga bagi tamu yang menginap.

1 kamar utama pemilik rumah dan 1 kamar didekorasi khusus untuk mempresentasikan kamar pengantin khas budaya Palembang, yang memperpadukan budaya melayu dengan tiongkok.

2 kamar terdapat dibagian belakang, dan 2 kamar lainnya berada di rumah samping yang menyambung dengan rumah utama.

Bila kita masuk ke rumah kedua, terdapat lantai yang bertingkat, ini menandakan tingkat status sosial sesorang yang menempati posisi duduk yang berada diruangan ini. Semakin tinggi tingkatannya, semakin tinggi pula posisi duduknya.

Di ruangan ini pula, tidak semua sisinya tertutup oleh dinding, tetapi ada yang disebut Pagar tenggalung. Pagar Tenggalung ini berfungsi agar orang yang sedang didalam rumah dapat melihat keadaan di luar dengan jelas. Sebaliknya, yang diluar tidak dapat melihat kedalam rumah dengan jelas kecuali dengan jarak yang sangat dekat. Selain itu, juga berfungsi agar sirkulasi udara dalam ruangan terjaga dengan baik. Kalau jaman sekarang mungkin sama seperti kaca riben. Keren ya?

Kita bisa berkunjung kapan saja ke rumah ini, karena dibuka setiap hari untuk umum. Rumah Limas, gambar rumah di uang 10 ribu ini dikelola oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan.

Untuk dapat masuk ke rumah ini, kita dikenakan biaya retribusi tiket masuk musium hanya 2 ribu rupiah saja. Sekali-sekali mengunjungi musium gak kalah seru lho..

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.